Pengikut

Rabu, 06 Agustus 2025

Merdi Desa/ Merti Desa/ Bersih Desa atau Ruwat Bumi

Merdi Desa atau umumnya banyak yang menyebut "Merti desa" atau "bersih desa" adalah upacara adat tradisional masyarakat Jawa pada umumnya yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat suatu desa atas karunia yang diberikan oleh Tuhan dengan berbagai macam bentuk, seperti hasil panen, rezeki, kesehatan, keselamatan, ketentraman, kedamaian dll. Dalam perayaan Merdi Desa biasanya disertai dengan doa bersama segenap aparatur Pemerintahan Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bahkan para sesepuh desa.

Upacara Merdi Desa memiliki banyak makna dan tujuan, antara lain:

  •      Wujud Rasa Syukur:
         Banyak cara yang dilakukan masyarakat suatu desa umumnya untuk mengungkapkan rasa       syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan, baik berupa hasil bumi(pertanian dan       perkebunan), kesehatan, maupun kesejahteraan, dan lain sebagainya.Salah satunya yaitu          dengan Merdi Desa ini(dalam lingkup desa).
  • Berbeda lagi jika dilakukan dalam lingkup kecil atau per-keluarga. 
  • Contohnya "sodaqohan kenduri atau kenduren"
  •      Memohon Perlindungan:
        Selain sebagai sarana wujud rasa syukur, kegiatan Merdi desa juga menjadi sarana untuk          memohon perlindungan kepada Tuhan dari segala marabahaya, penyakit, dan hal-hal buruk      yang dapat menimpa desa dan warganya. Sehingga acara merdi sering melibatkan para            tokoh agama.
  • Mempererat Persatuan:
    Karena upacara adat ini selalu melibatkan seluruh warga desa, maka yang terjadi adalah terpupuknya rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan antarwarga. Sehingga sangat identik dengan undang-undang negara Indonesia. 
  • Dan cita-cita para pejuang dan pendiri bangsa.
  • Praktek Pelestarian Budaya:
    Merdi desa merupakan tradisi atau adat yang turun temurun diwariskan dari nenek moyang, sehingga dalam upacara ini juga sangat berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal. 
  • Kegiatan dalam Merti Desa:
  • Upacara Adat:
    Dalam kegiatan Merdi Desa biasanya terdapat berbagai upacara adat yang dilakukan sesuai dengan tradisi desa masing-masing. Sebagai contoh ada yang menyembelih kambing kendit 
  • (kambing dengan ciri khas tertentu)dsb.
  • Doa Bersama:
    Doa bersama dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa. Ada yang berziarah makam pendiri desa sebelum 
  • dilakukannya acara adat Merdi Desa. Ada tahlil bersama, 
  • bahkan ada yang mengadakan sholawat berjamaah. 
  • Semua dilakukan demi keselamatan warga masyarakat.
  • Persembahan Hasil Bumi:
    Hasil bumi, seperti padi, buah-buahan, dan sayuran, dipersembahkan sebagai wujud syukur. Hasil bumi yang ditampilkan selalu unik dan dibentuk 
  • mengerucut bagaikan gunung, sehingga sering disebut 
  • oleh masyarakat sebagai gunungan. 
  • Isi dari Gunungan ini berbagai macam hasil bumi, 
  • misalnya ada sayur mayur,ketela,cabai, buah-buahan,
  • singkong,padi, dll. Semua dirangkai dijadikan gunungan.
  • Biasanya mereka yang melakukan kegiatan membuat 
  • gunungan ini sudah ditentukan oleh panitia. 
  • Baik per-RT atau per-dukuh. Dan nantinya gunungan 
  • tersebut akan dijadikan rebutan warga masyarakat yang hadir 
  • dalam acara Merdi Desa.
  • Kirab Budaya:
    Beberapa desa mengadakan kirab budaya dengan mengarak berbagai hasil bumi, tumpeng, dan simbol-simbol desa lainnya.
  • Pertunjukan Seni:
    Pertunjukan seni tradisional seperti tari-tarian, wayang kulit, kuda kepang /kuda lumping atau musik gamelan seringkali ditampilkan dalam acara merdi desa. Banyak masyarakat desa yang  masih giat dalam melestarikan seni dan kebudayaan tradisional.

  • Waktu Pelaksanaan:
Kegiatan Merdi desa biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu, seperti bulan Suro (bulan Muharram dalam kalender Hijriah) atau pada hari-hari baik menurut perhitungan Jawa. 
Contoh Pelaksanaan:
  • Di Desa Karangsambung, Kebumen, warga menggelar merdi desa sebagai ungkapan syukur atas limpahan nikmat rezeki baik berupa hasil bumi maupun berupa kesehatan dan keselamatan. Untuk waktu pelaksanaan kegiatan Merdi Desa 
  • di Karangsambung yaitu pada bulan Juli yang 
  • bertepatan bulan Muharram atau Suro.

  • Dengan melibatkan seluruh warga dan tokoh masyarakat, serta mengkombinasikan acara adat budaya dengan berbagai kesenian modern dan karnaval atau kirab budaya dan festival "Maring Karangsambung". Yang bertujuan untuk memikat masyarakat lokal maupun dari luar desa. Dan juga melibatkan berbagai stand UMKM dan pedagang lainnya.
  • Acara Merdi Desa di Desa Karangsambung kurang lebih berjalan satu Minggu dengan meriah dan dihadiri oleh berbagai kalangan serta antusiasme masyarakat. Puncaknya yaitu diadakannya pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Siswadi Mudho Carito, dengan lakon Pandhawa Tani. Dan tidak lupa juga dihadiri oleh Bapak Wakili Bupati Kebumen. Dan perwakilan dari DPRD kebumen.


Tidak ada komentar: